RAGAM LOMBOK – Sejumlah nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selong kembali meluapkan kekesalannya. Mereka menuding adanya kejanggalan dalam pengelolaan kredit hingga pelelangan aset yang dianggap tidak sesuai prosedur. Persoalan ini bahkan sampai dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur melalui agenda hearing bersama pihak BRI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (25/8).

Sultini, salah seorang nasabah, mengaku rumahnya dilelang tanpa pemberitahuan resmi dari pihak bank. Ia menyebut sebelumnya mengajukan pinjaman senilai Rp100 juta, dan setelah melakukan setoran, tersisa kewajiban sekitar Rp48 juta. Namun, tanpa komunikasi lebih lanjut, ia terkejut mengetahui rumahnya sudah dilelang.

“Tidak pernah ditelpon, tidak pernah dikasi tahu, tidak pernah dikomunikasikan, tahu-tahu sudah balik nama,” terang Sultini di hadapan peserta hearing. 

Ia baru mengetahui rumahnya bermasalah saat hendak melakukan setoran, namun pihak BRI menyuruhnya mengurus ke pengadilan dan menyatakan hubungan kreditnya sudah berakhir.

Menurut pengakuannya, rumah tersebut telah dibalik nama sejak Mei 2023. Anehnya, pada Agustus 2023 ia kembali menerima surat pemberitahuan lelang dari BRI. Padahal, selama periode itu setoran cicilan yang ia bayarkan tetap diterima pihak bank. 

“Bukti fisik dan slip setoran masih lengkap,” tegasnya.

Ia menilai tindakan tersebut sarat permainan dan menyalahi prosedur hukum. Terlebih, balik nama sertifikat aset agunan tanpa sepengetahuan pemilik jelas melanggar aturan. 

“Balik nama sertifikat tanpa sepengetahuan pemilik jelas melawan hukum, dan harus batal demi hukum. Ini yang saya sesalkan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Sementara itu, pihak BRI Cabang Selong enggan memberikan keterangan usai hearing berlangsung. Meskipun awak media berusaha meminta klarifikasi, pihak bank lebih memilih bungkam terkait tudingan yang dilontarkan para nasabah.

Kemudian pihak OJK NTB, Indra, yang sempat hadir dalam hearing tersebut, bakal ketat mengawasi dan akan mengupayakan penyelesaian masalah dengan sikap kekeluargaan.

Karena belum menemukan kesepakatan yang jelas, Nasabah dengan pihak Bank bakal dipertemukan kembali pada minggu depan.(RL)