RAGAM LOMBOK - Tuan Guru Bajang, TGKH. Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani Ketua Umum PB NW menyampaikan pendidikan saat ini harus kuat dengan 3 upaya, yakni spiritual, intelektual, dan digital.
Ketiga unsur tersebut dinilai sangat penting jika dapat diintegrasikan dalam sistem pendidikan formal maupun nonformal, termasuk di lingkungan pesantren. “Kalau pendidikan punya spiritualnya, intelektualnya, dan terakhir digitalnya, itu sangat kuat. Terutama di pondok pesantren, karena mereka sudah punya landasan spiritual yang baik,” ucapnya usai perayaan Hultah NW, Minggu (12/10).
Kemudian lanjutnya, tantangan besar muncul di era digital. Banyak masyarakat yang belum memahami cara menggunakan teknologi secara bijak. Ia menyoroti penyalahgunaan media digital, seperti konten yang menyesatkan di YouTube atau media sosial, yang kadang dianggap sebagai kebenaran hanya karena disampaikan oleh figur tertentu.
“Padahal pemahaman keagamaan dan nilai-nilai kebenaran itu harus merujuk pada sumber yang otentik, salah satunya Al-Qur’an,” tegasnya.
Menurutnya, jika pemahaman terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital yang tepat, maka pendidikan Indonesia akan mampu melahirkan generasi unggul.
Ia juga menekankan bahwa konsep ini bisa diterapkan lintas agama, selama mengusung nilai kebaikan dan kemajuan bersama.
“Masalahnya sekarang, banyak orang menggunakan media sosial hanya untuk senang-senang. Belum ada kesadaran penuh untuk menjadikannya sebagai alat pembelajaran. Padahal kalau sejak pendidikan dasar sudah diperkenalkan pemanfaatan digital secara bijak, hasilnya akan luar biasa,” jelasnya kembali.
Atsani dalam kesempatan itu mencontohkan berbagai inisiatif seperti sekolah rakyat dan program pendidikan berbasis komunitas yang saat ini mulai tumbuh di beberapa daerah.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Ia menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan format baru untuk 2.400 lembaga pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kami di PB sedang serius membahas ini. Fokus kami saat ini adalah sosial dan pendidikan. Dakwah sudah jalan, sekarang giliran pendidikan dan ekonomi UMKM yang akan kami dorong tahun depan,” pungkasnya dengan optimisme.(RL).
