RAGAM LOMBOK - Plt Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Anjasmoro, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui kolaborasi lintas bidang. Menurutnya, pelayanan di rumah sakit terbagi menjadi dua, yakni pelayanan medis dan nonmedis, yang keduanya harus berjalan seimbang. 

“Kita berkolaborasi agar pelayanan ini menjadi lebih baik, memastikan tidak ada pasien yang ditolak, baik di poli maupun di IGD,” ujarnya Kamis (6/11).

Anjasmoro menjelaskan, pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) bersifat darurat sehingga penanganan pasien dilakukan terlebih dahulu tanpa harus menunggu proses administrasi. Namun demikian, masih ditemukan masyarakat yang belum memahami aturan, terutama terkait dengan ketentuan BPJS. 

“Di sinilah pentingnya peran humas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar informasi yang beredar benar dan pelayanan bisa lebih optimal,” tambahnya.

Menanggapi isu yang beredar terkait dugaan adanya dokter yang menjual obat di lingkungan rumah sakit, Anjasmoro meminta agar semua pihak, termasuk media, dapat mengedepankan klarifikasi dan ketepatan informasi. 

“Kita harus tahu dulu pasiennya siapa, sakitnya apa, dan obat apa yang dibutuhkan. Jangan sampai informasi yang disampaikan justru tidak sesuai fakta,” tegasnya.

Ia juga menampik adanya informasi kekurangan obat di RSUD Soedjono Selong. Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kekosongan obat di rumah sakit tersebut. “Kalaupun ada keterlambatan, itu karena proses pengadaan sedang berjalan. Kami memastikan agar ketersediaan obat tetap terjaga,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Anjasmoro menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga transparansi dan kualitas pelayanan melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta BPJS. 

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Lombok Timur. Semua keluhan akan kami tindak lanjuti agar kepercayaan publik terhadap rumah sakit terus meningkat,” pungkasnya.(RL).