RAGAM LOMBOK - Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menyoroti masih rendahnya kualitas pelayanan publik di sejumlah fasilitas kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit daerah. Ia mempertanyakan komitmen para aparatur sipil negara (ASN) yang telah lama diangkat namun dinilai belum menunjukkan sikap profesional dan ramah terhadap masyarakat.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dan aparat pelayanan publik harus mampu memberikan pelayanan dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas secara formalitas.
“Tahun berapa sih mereka diangkat jadi PNS atau diperkerjakan, tapi kenapa masih tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegasnya saat diwawancara Ragamlombok.net Kamis (6/11).
Ia juga menekankan bahwa ASN di bidang kesehatan harus memiliki empati dan etika dalam melayani pasien. Banyak laporan masyarakat yang merasa tidak nyaman karena sikap aparat yang dinilai kurang ramah.
“Anda sebagai aparat tidak ramah kepada mereka, padahal masyarakat datang dengan harapan mendapatkan pertolongan,”tegasnya kembali.
Haerul Warisin meminta kepala dinas kesehatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tenaga kesehatan di semua lini pelayanan. Langkah ini, kata dia, penting agar ke depan pelayanan publik benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa ada rasa kecewa.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kesehatan melalui pelatihan dan pembinaan etika pelayanan.
“Kita ingin masyarakat dilayani dengan senyum, bukan dengan wajah masam. Itu wujud pengabdian seorang abdi negara,” pungkasnya.(RL).
