RAGAM LOMBOK – Banjir yang melanda Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, menyebabkan 103 Kepala Keluarga (KK) terdampak kesulitan mendapatkan makanan. Kondisi tersebut terjadi lantaran dapur warga terendam air sehingga aktivitas memasak tidak dapat dilakukan.

Pemerintah Daerah Lombok Timur bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan makanan siap saji kepada warga terdampak. Selain itu, dapur umum juga didirikan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi selama menunggu kondisi kembali normal pascabanjir.

Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik, telah memerintahkan Baznas agar segera menyalurkan bantuan beras bagi warga terdampak, sehingga kebutuhan dasar mereka dapat tercukupi.

"Minimal besok bantuan beras sudah tersalurkan", jelasnya Kamis (20/11).

Sementara itu, di Desa Perigi, Kecamatan Suela, di mana jembatan penghubung putus akibat derasnya arus. Akibatnya, sebanyak 150 KK terisolir dan membutuhkan penanganan serius agar akses masyarakat dapat kembali normal.

Pemda memastikan bahwa proses penanganan darurat akan terus dilakukan secara terkoordinasi, termasuk percepatan perbaikan akses jembatan dan distribusi bantuan. 

"Pemerintah berharap situasi dapat segera pulih sehingga aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa", harapnya.(RL).