RAGAM LOMBOK - Sebuah jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Suela, Lombok Timur, terputus setelah diguyur hujan lebat selama empat jam pada Rabu siang (19/11). Derasnya aliran air membuat bagian beton di tengah jembatan patah, sehingga seluruh struktur tidak lagi dapat dilalui warga.

Akibatnya, akses warga dari Desa Perigi menuju Desa Jeringo lumpuh total karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung. Kondisi itu memaksa warga menggunakan tali dengan sistem tarik-ulur untuk menyalurkan bantuan MBG di wilayah tersebut, meski cara tersebut dinilai berisiko.

Untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa, warga bersama aparat desa menutup total akses jembatan menggunakan tumpukan batu dan kayu. Penutupan dilakukan agar tidak ada warga yang nekat melintas dan membahayakan diri di tengah arus sungai yang masih tinggi.

Dampaknya, akses anak sekolah dan pelayanan administrasi di desa sekitar terpaksa dihentikan sementara. Menurut warga, kegiatan baru dapat kembali berjalan normal jika debit air sungai menurun dan kondisi sekitar jembatan dinyatakan aman.

Kepala Desa Perigi, Darmawan, menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama kecamatan berencana membangun jembatan darurat menggunakan bambu. Namun, rencana tersebut masih dikaji mengingat panjang jembatan yang cukup lebar dan membutuhkan perhitungan teknis yang matang.(RL).