RAGAM LOMBOK – Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur, M. Yohan Firmansyah, mengkonfirmasi dari total 130 dapur MBG, tercatat sebanyak 43 masih dalam tahap proses karena beberapa di antaranya belum beroperasi atau masih baru mengurus perizinan. Kondisi ini menjadi perhatian BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur untuk memastikan seluruh dapur dapat berfungsi sesuai ketentuan dan ikut serta dalam program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Sebagai bentuk penguatan dan dorongan, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Koordinator Wilayah Bali Nusra serta melibatkan jajaran terkait di Lombok Timur dan tingkat provinsi.
"Upaya kolaboratif ini dilakukan agar seluruh dapur yang ada dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh", ucapnya Sabtu (15/11).
Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan Lombok Timur mencatat total klaim yang telah dibayarkan hingga Oktober mencapai kurang lebih Rp26 miliar. Klaim tersebut berasal dari peserta beridentitas e-KTP Lombok Timur, meskipun proses pencairannya tidak selalu dilakukan di Selong.
"Peserta bisa melakukan klaim di berbagai daerah seperti Lombok Tengah, Mataram, Sumbawa, dan wilayah lainnya", jelasnya.
Sementara itu, total akumulasi manfaat dari seluruh segmen peserta mencapai sekitar Rp2,726 Miliar. Segmen tersebut meliputi peserta penerima upah, pekerja bukan penerima upah (BPU), pekerja migran, hingga tenaga kerja sektor jasa konstruksi.
BPJS Ketenagakerjaan, akan terus mendorong percepatan kepesertaan seluruh dapur yang ada. Ia berharap kerja sama lintas sektor dapat memastikan setiap pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(RL).
