RAGAM LOMBOK -  Sunrise Land Lombok di Pantai Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, dikenal sebagai salah satu lokasi wisata camping yang aman, nyaman, dan bersih. Destinasi ini kerap menjadi pusat kegiatan wisata dan event besar, terutama pada momen pergantian tahun yang biasanya dimeriahkan pesta kembang api dan hiburan.

Namun, pada pergantian tahun kali ini, pengelola Sunrise Land Lombok memilih meniadakan seluruh kegiatan hiburan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana yang melanda sejumlah daerah di Aceh dan Sumatera, dengan menggantinya membuka layanan donasi kemanusiaan.

Direktur Sunrise Land Lombok, Qori Bayyinaturrosyi, mengatakan bahwa pengelola sengaja tidak menggelar pesta kembang api, konser musik, maupun kegiatan hura-hura lainnya. “Berangkat dari rasa empati dan simpati kepada saudara-saudari kita yang sedang tertimpa musibah, tahun ini kami meniadakan seluruh kegiatan hiburan,” ujarnya, Rabu (31/12).

Meski tanpa hiburan, Sunrise Land Lombok tetap dibuka untuk kunjungan wisata dan camping. Qori menyebutkan jumlah pengunjung tetap ramai, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Total pengunjung tercatat 974 orang. Ini menurun dibanding tahun lalu, tapi tetap cukup ramai,” katanya.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, pengelola menambah jumlah petugas dengan melibatkan masyarakat sekitar serta berkolaborasi dengan Polsek Labuhan Haji. Fasilitas camping, penerangan, dan area parkir juga ditambah di beberapa zona. 

Tarif tiket tetap normal, yakni Rp5.000 untuk kendaraan roda dua, Rp10.000 untuk roda empat, camping Rp15.000 per orang, serta sewa tenda Rp50.000 per tenda. Sebagian penghasilan Sunrise Land Lombok selama Desember 2025, termasuk dari aktivitas camping, akan didonasikan untuk membantu korban bencana di Aceh.(RL).