RAGAM LOMBOK – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur yang baru, M. Nurul Wathani, M.Pd., langsung memulai tugasnya dengan fokus pada pembenahan internal. Di hari pertama berkantor, ia menekankan pentingnya penataan dan validasi data sebagai langkah awal dalam menyusun kebijakan pendidikan ke depan.
Menurut Wathani, data yang akurat menjadi pondasi utama agar setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Tanpa data yang valid, kebijakan berpotensi tidak tepat sasaran dan sulit dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun regulasi.
“Langkah awal yang harus kita lakukan adalah memastikan seluruh data valid. Dari sanalah nanti kebijakan yang kita ambil bisa lebih terarah, terukur, dan menyeluruh,” ujar Wathani saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1).
Selain pembenahan data, Wathani juga mengungkapkan arahan langsung dari Bupati Lombok Timur agar Dikbud memberi perhatian serius pada peningkatan prestasi peserta didik. Salah satu strategi yang akan diterapkan yakni mendorong sekolah-sekolah, khususnya yang memiliki jumlah siswa besar, untuk mengembangkan program minat dan bakat secara sistematis.
Ia juga merencanakan pembentukan sekolah percontohan di setiap kecamatan yang diharapkan mampu menjadi pemicu peningkatan kualitas pendidikan di sekitarnya. Dengan jumlah satuan pendidikan dari PAUD hingga SMP yang mencapai lebih dari 2.000 sekolah, pembinaan sejak usia dini dinilai sangat menentukan.
Di sisi lain, Wathani tidak menutup mata terhadap persoalan sarana dan prasarana pendidikan. Ia memastikan akan segera melakukan pendataan ulang terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, terutama di wilayah selatan Lombok Timur. Meski anggaran DAK terbatas, pihaknya akan mengupayakan solusi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memanfaatkan APBD.
Tak kalah penting, ia juga menyoroti perlunya penataan agenda kegiatan dinas agar lebih terencana. Selama ini, banyak kegiatan pendidikan berjalan secara spontan tanpa kalender kerja yang jelas. Untuk itu, Dikbud tengah menyusun kalender kegiatan semester pertama agar seluruh program berjalan lebih tertib dan terarah.
“Kita ingin semua kegiatan pendidikan mengacu pada jadwal yang jelas. Dengan begitu, pelaksanaan program tidak lagi bersifat dadakan,” pungkasnya.(RL).
