RAGAM LOMBOK - DPRD Kabupaten Lombok Timur, menggelar rapat evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun. Senin (19/1).

Evaluasi ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat koordinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

M. Yusri Ketua DPRD Lotim, dalam kesempatqn itu menyampaikan, bahwa Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu daerah dengan jumlah penerima manfaat terbesar, sekaligus memiliki dapur penyedia layanan terbanyak. Meski demikian, pelaksanaan program dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, baik di internal SPPG maupun di lapangan.

"Kendala ini yang kami ingin tau dan segera dilakukan evaluasi",jelasnya.

Lanjutnya, Permasalahan yang muncul antara lain menyangkut koordinasi, pengawasan, hingga pendataan yang belum sepenuhnya terintegrasi antara pemerintah daerah dan pihak terkait. Oleh karena itu, rapat evaluasi ini digelar untuk menyamakan persepsi, memperkuat garis koordinasi, serta mengantisipasi persoalan yang berpotensi muncul di kemudian hari.

Selain itu, rapat juga membahas pentingnya sinkronisasi data kebutuhan, termasuk harga bahan pokok di lapangan, agar tidak terjadi tumpang tindih maupun perbedaan harga antara wilayah kota dan desa. 

"Hal ini penting demi menjaga kualitas menu serta keberlanjutan program", tambahnya.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa program MBG tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif pemerintah daerah. 

Melalui evaluasi ini diharapkan kerja sama, kolaborasi, serta pengawasan dapat semakin diperkuat, sehingga program MBG benar-benar memberikan manfaat besar bagi penerima, masyarakat, serta berdampak positif terhadap kondisi sosial dan ekonomi daerah.(RL).