RAGAM LOMBOK - Masa Aksi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur, kembali menggelar demo jilid II di deoan kantor Bupati setempat, Kamis (22/1).
Masa aksi yang berhasil masuk ke dalam halaman kantor Bupati, tiba - tiba terjadi kericuhan dengan aparat pengamanan, akibatnya sejumlah masa aksi menglami luka - luka.
Padahal pengakuan masa aksi hanya ingin bertemu dengan Bupati Iron, untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait, pengambil alih pengelolaan destinasi wisata Pantai Dusun Montong Meong, Labuhan Haji.
"Kita mendesak Bupati copot Kadis Pariwisata dan Stafsus Pariwisata, yang sudah bikin carut marut objek wisata", ucapnya.
Dalam kesempatan itu, masa aksi tetap ingin bertemu dengan Bupati, namun setelah ditenangkan petugas suasana kembali kondusif.
Sementara Herwadi senior dari PMII Lombok Timur, mendesak Kapolres Lombok Timur agar menindaklanjuti laporan terkait dugaan kriminalisasi dan intimidasi terhadap kader PMII.
Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat dan pihak yang disebut sebagai pengawal bupati dalam tindakan represif terhadap massa aksi untuk diproses,” tegasnya.
Sementara itu, M. Hamzani, Ketua LMND Lotim, menilai masih kuatnya pola pikir diskriminatif di wilayah Lotim. Praktik tersebut melahirkan tindakan sewenang-wenang yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan supremasi hukum.“
Tidak ada kedaulatan yang lebih tinggi dari rakyat. Namun yang kami rasakan justru upaya pembungkaman aspirasi dengan dalih keamanan, yang berujung pada kekerasan dan tindakan represif,” cetusnya.
Karena tidak bertemu Bupati, masa aksi akan kembali memggelar unjuk rasa dengan masa lebih banyak.(RL).
