RAGAM LOMBOK || Program perlindungan petani melalui skema asuransi pertanian tanaman padi mulai disosialisasikan kepada kelompok tani di Kabupaten Lombok Timur. Senin (9/2).

Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dan mitra terkait untuk meminimalkan risiko gagal panen akibat perubahan iklim.

Direktur SDM RI, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, yang hafir langsung, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada sektor pertanian dengan mendorong petani mencoba skema asuransi, baik berbasis indemnity maupun pendekatan lain yang menyesuaikan risiko perubahan suhu dan curah hujan.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan saat ini masih berupa uji coba melalui sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok tani yang terdampak di Lombok Timur, serta beberapa wilayah lain seperti Provinsi Jambi dan Jawa Barat.

Ia menjelaskan, sasaran penerima bantuan pelatihan akan ditentukan oleh Dinas Pertanian bersama tim terkait, dengan mempertimbangkan kelompok tani yang telah mendapatkan izin serta memenuhi kriteria program.

Sudarsono menegaskan, program tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan petani. Meski demikian, besaran nilai bantuan belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap awal implementasi.

Ia menambahkan, salah satu indikator dalam skema asuransi yang diuji coba adalah perubahan suhu dan curah hujan. Untuk memberikan perlindungan maksimal, ke depan akan dikembangkan model kombinasi atau hybrid antara asuransi indemnity yang telah lebih dulu dikenal dengan skema asuransi berbasis parameter.

Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada petani mengenai manfaat perlindungan usaha tani serta menjadi dasar pengembangan kebijakan lanjutan bersama pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.(RL).