RAGAM LOMBOK - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2025/2026 menggelar pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) sebagai upaya mendorong pemanfaatan kelapa lokal bernilai ekonomi di Desa Kroya. Kegiatan ini menyasar masyarakat desa, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan dan kosmetik.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi VCO yang berkualitas, bening, serta tidak berbau. Produk VCO diperkenalkan sebagai minyak alami berbahan dasar kelapa murni yang memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan maupun sebagai bahan baku usaha rumah tangga dengan peluang pasar yang cukup menjanjikan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi terkait pengertian VCO, manfaat, serta prinsip dasar proses pembuatannya. Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa metode fermentasi yang digunakan tergolong sederhana, tidak memerlukan peralatan mahal, dan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Selanjutnya, peserta diberikan praktik langsung pembuatan VCO, mulai dari proses pemarutan kelapa tua, pemerasan santan, pencampuran bahan alami, hingga tahap fermentasi dan pemisahan minyak. Mahasiswa juga memperagakan teknik penyaringan agar minyak yang dihasilkan tetap bening dan higienis, serta cara pengemasan menggunakan botol sederhana untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk.
Antusiasme masyarakat tampak selama pelatihan berlangsung. Peserta aktif bertanya dan mengikuti setiap tahapan praktik dengan seksama. Sejumlah pelaku UMKM menilai kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan dan dikembangkan sebagai usaha mandiri berbasis potensi kelapa lokal.
Melalui pelatihan pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Desa Kroya, khususnya pelaku UMKM, sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan produk unggulan desa yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
