RAGAM LOMBOK || Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Universitas Mataram, Periode Desember 2025 - Februari 2026 melaksanakan program pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi briket sebagai energi alternatif di Desa Kroya Kecamatan Aikmel, Lombok Timur.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah tempurung kelapa di Desa Kroya, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung dibuang atau dibakar. Melalui program ini, mahasiswa KKN mendorong pemanfaatan limbah biomassa menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan bernilai guna.

Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan briket yang melibatkan masyarakat desa, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan briket, manfaat energi alternatif, serta tahapan produksi briket berbahan tempurung kelapa.

Proses pembuatan briket dilakukan mulai dari pembakaran tempurung kelapa hingga menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan perekat tepung tapioka, pencetakan menggunakan alat press, serta pengeringan hingga siap digunakan sebagai bahan bakar.

Dzaki sebagai penanggung jawab program menyampaikan, bahwa pembuatan briket dirancang menggunakan peralatan sederhana dan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. 

Kemudian Wafa jugamenambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha rumah tangga berbasis energi alternatif bagi masyarakat Desa Kroya.

Program pembuatan briket ini mendapat respons positif dari masyarakat yang mengikuti kegiatan. Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap program tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan mendukung pemanfaatan energi alternatif di Desa Kroya.