RAGAM LOMBOK || Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lombok Timur terus berikhtiar memastikan proses pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 5.355 guru penerima dapat terealisasi tepat waktu. Penerima TPG tersebut terdiri dari guru PNS dan PPPK penuh, dengan rincian guru TK sebanyak 147 orang, guru SD 3.996 orang, guru SMP 1.169 orang, serta 43 orang pengawas.
Kepala Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 pembayaran TPG di lingkup Dikbud Lombok Timur dilakukan setiap bulan. Kebijakan ini berbeda dengan tahun 2025, di mana pembayaran TPG dilakukan per tiga bulan. Untuk pembayaran Januari 2026, dana TPG mulai masuk ke rekening penerima pada awal Februari.
Berdasarkan hasil kroscek data pembayaran per Kamis, 5 Februari 2026 pukul 17.00 WITA, sekitar 5.000 guru telah menerima TPG di rekening masing-masing. Sementara itu, pembayaran bagi guru lainnya akan terus dilakukan secara bertahap, sepanjang telah dinyatakan layak dan Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) telah terbit dalam sistem Dapodik.
Wathoni menambahkan, total anggaran TPG lingkup Dikbud Lombok Timur tahun 2026 mencapai Rp20.813.965.000. Oleh karena itu, para guru penerima dan satuan pendidikan diminta untuk selalu memperbarui data melalui menu sinkronisasi Dapodik, terutama jika terjadi perubahan tugas atau beban kerja. Guru juga diimbau rutin memantau Info GTK guna mengetahui perkembangan dan kebijakan terbaru terkait pembayaran TPG.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala, khususnya terkait guru PPPK yang telah berstatus penuh waktu serta guru honorer non-database yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pihak Dikbud, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar ke depan seluruh guru yang memenuhi syarat dapat menikmati pembayaran TPG secara lebih cepat.
Atas terealisasinya pembayaran TPG tersebut, Wathoni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim kerja Dikbud Lombok Timur, para operator, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap dana TPG yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik, sekaligus menjadi motivasi bagi guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan layanan pendidikan di sekolah.
