RAGAM LOMBOK || Di tengah kawasan perbukitan yang masih asri, Timba Mungguk di Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, dikenal sebagian masyarakat sebagai lokasi ritual penyembuhan berbagai penyakit. Tempat yang dipercaya memiliki nilai spiritual ini kerap dikunjungi warga untuk memanjatkan doa dan memohon kesembuhan.

Timba Mungguk diyakini sebagai salah satu titik keramat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah leluhur masyarakat Sasak. Berdasarkan cerita turun-temurun, lokasi tersebut disebut sebagai tempat persinggahan dan pemandian Datu Selaparang beserta para pengikutnya saat menghindari kejaran musuh pada masa lampau.

Tokoh adat setempat, Amaq Is (59), mengatakan masyarakat memandang Timba Mungguk sebagai tempat yang harus dihormati. Warga yang datang biasanya diminta menjaga sikap dan niat baik selama berada di lokasi. “Timba Mungguk bagi kami bukan sekadar tempat biasa. Ini adalah tempat yang dihormati, di mana orang-orang datang untuk berdoa dan memohon kesembuhan,” ujarnya, Senin (16/2).

Menurut Amaq Is, ritual yang dilakukan tergolong sederhana. Pengunjung membawa sesaji berupa bunga, beras kuning, atau kemenyan sebagai simbol penghormatan, kemudian dipanjatkan doa. Air dari timba di akar pohon besar di lokasi itu diambil dan digunakan untuk memandikan orang yang dianggap sakit sebagai bagian dari prosesi. Ia menegaskan, praktik tersebut hanya sarana, sementara kesembuhan sepenuhnya bergantung pada kehendak Tuhan Yang Maha Esa.

Fenomena kunjungan ke Timba Mungguk menunjukkan kuatnya kepercayaan lokal yang masih bertahan di tengah modernisasi. Para tetua adat mengingatkan bahwa tempat tersebut bukan satu-satunya sumber kesembuhan, melainkan ruang untuk memperkuat iman dan keyakinan. Kini, Timba Mungguk juga mulai dikenal lebih luas oleh pengunjung dari luar daerah sebagai bagian dari warisan kearifan lokal masyarakat Lombok Timur.