RAGAM LOMBOK || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat mulai memberi dampak positif bagi pelaku usaha di Lombok Timur. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat tersebut tak hanya menggerakkan UMKM kuliner, tetapi juga membuka peluang bagi usaha lain, seperti jasa sablon yang kini ikut terlibat dalam penyediaan perlengkapan distribusi makanan.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaatnya adalah AGY Creative Printing. Usaha sablon ini kini hampir setiap hari menerima pesanan goodie bag dalam jumlah besar untuk kebutuhan program MBG.
Pemilik usaha, Chunk, mengatakan bahwa sebelumnya usaha mereka lebih banyak mengerjakan sablon kaos dan jersey olahraga. Namun sejak program MBG berjalan, permintaan sablon pada goodie bag mulai meningkat.
“Alhamdulillah, yang biasanya kami sablon kaos dan jersey bola, kini juga sudah melakukan sablon pada goodie bag MBG,” ujarnya, Senin (16/3).
Kondisi ini memunculkan harapan dari para pelaku UMKM agar pemerintah daerah dapat turut mengambil peran dalam mendukung peluang usaha yang muncul. Salah satunya dengan mendorong penyediaan fasilitas produksi maupun distribusi kemasan ramah lingkungan.
Peluang tersebut juga dinilai dapat menghidupkan kembali fungsi Pusat Layanan Usaha Terpadu Lombok Timur (PLUT) yang selama ini memiliki fasilitas cukup representatif, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan dukungan produksi kemasan makanan maupun goodie bag untuk program MBG, PLUT diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan UMKM sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Chunk menambahkan, perubahan pola kemasan dalam program MBG tidak hanya berdampak pada upaya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka pasar baru bagi pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang produksi tas dan sablon.
“Kami memang mulai disibukkan dengan permintaan goodie bag yang merupakan pesanan untuk kebutuhan program MBG,” katanya.
Meski demikian, di balik peluang tersebut masih terdapat tantangan. Ketersediaan goodie bag di pasar lokal Lombok Timur dinilai masih terbatas. Kondisi ini membuat beberapa dapur MBG kesulitan memenuhi standar kemasan ramah lingkungan sesuai aturan daerah.
“Untuk stok goodie bag, kami masih harus memesan dari luar daerah,” jelasnya.
Para pelaku usaha berharap sinergi antara program pemerintah pusat dan kebijakan daerah dapat terus diperkuat, sehingga manfaat ekonomi dari program MBG dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Lombok Timur.(RL).
