RAGAM LOMBOK || Bupati Kabupaten Lombok Timur, H. Haerul Warisin, yang hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Selaparang Finansial, pada Selasa pagi (3/3), menilai kinerja PT. SF masih jauh dari harapan setelah jajaran direksi memaparkan sejumlah persoalan yang dihadapi perusahaan tersebut.
Meski demikian, Ia menegaskan setiap permasalahan yang muncul pasti memiliki solusi apabila ditangani dengan serius dan terukur oleh pihak yang bersangkutan.
Diakunya, Kondisi yang dialami PT. SF, bukanlah persoalan tunggal, melainkan banyak perusahaan serupa yang menghimpun tabungan atau dana dari masyarakat mengalami perjalanan yang hampir sama. “Ada yang berkembang dengan baik, bahkan ada juga yang terpaksa tutup,” ujarnya.
Dari sisi kinerja keuangan, Bupati menilai capaian perusahaan masih belum ideal. Ia menyebutkan tingkat keuntungan yang berada di bawah 5 persen tergolong rendah, terlebih dengan angka kredit macet yang mencapai 10 persen.
“Kalau masih di angka 5 persen saja itu sudah jauh dari harapan, apalagi di bawah itu,” cetusnya.
Sebagai langkah awal perbaikan, Bupati menekankan pentingnya penagihan terhadap piutang atau kredit yang bermasalah. Menurutnya, jika tidak segera ditagih, kondisi tersebut akan terus memengaruhi persentase keuntungan perusahaan.
"Penagihan dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kerugian dan memperbaiki kesehatan keuangan", tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa dua perusahaan daerah yang dibahas harus mampu mencetak keuntungan karena memiliki karyawan dan tanggung jawab operasional. Namun demikian, keuntungan yang diperoleh tidak boleh dengan cara mencekik masyarakat.
“Tidak boleh merugikan masyarakat, tapi juga tidak boleh rugi. Kurangi kerugian dan tambah keuntungan meski sedikit,” tegasnya.
Bupati dalam lesempatan itu mengingatkan perusahaan harus memiliki prinsip dan memberikan manfaat nyata, jika tidak maka sebaiknya ditinggalkan.(RL).
