RAGAM LOMBOK || Perum Bulog Lombok Timur, mulai menjalankan penugasan pengiriman beras ke sejumlah wilayah di Indonesia dalam program pergerakan nasional (move nasional) tahun 2026. Total beras yang akan dikirim mencapai 22 ribu ton dan didistribusikan secara bertahap hingga Desember mendatang.
Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur, Dindy Wida Pusparanti menyampaikan, pengiriman beras tersebut ditujukan untuk membantu sejumlah kantor wilayah (kanwil) yang masih mengalami kekurangan stok. Adapun daerah tujuan pengiriman meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan DKI Jakarta.
“Untuk tahun ini kami mendapat penugasan mengirim beras ke beberapa daerah, yakni NTT, Bali, dan tambahan ke DKI. Total keseluruhan mencapai 22 ribu ton dan akan dikirim secara bertahap sampai Desember,” terangnya, Rabu (18/3).
Meski mendapat penugasan pengiriman dalam jumlah besar, Bulog memastikan ketersediaan stok beras di Lombok Timur tetap aman dan stabil. Saat ini, stok beras yang tersedia mencapai 33 ribu ton dan diproyeksikan meningkat hingga 45 ribu ton seiring dengan proses penyerapan yang terus berjalan.
“Penugasan ini tidak akan mengganggu kestabilan stok di daerah. Dengan stok yang ada saat ini dan penyerapan ke depan, kami optimistis kondisi tetap aman,” tambahnya.
Ia menjelaskan, sistem pengiriman dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan daerah penerima, termasuk kapasitas gudang dan distribusi. Hal ini dilakukan agar penyaluran berjalan efektif dan tidak menimbulkan kendala logistik.
Menariknya, jika pada tahun-tahun sebelumnya pengiriman hanya dilakukan ke NTT dan Bali, tahun ini Lombok Timur mendapat kepercayaan lebih dengan tambahan pengiriman ke DKI Jakarta. Hal tersebut dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Lombok Timur. Kami berharap kualitas beras tetap terjaga sehingga terus diminati oleh kanwil lain di seluruh Indonesia,” tutupnya.(RL).
