RAGAM LOMBOK – Pemilik lokasi dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Terara, Lombok Timur, Erika Pinky, mengaku keberatan namanya kerap disebut dalam polemik menu MBG yang viral di media sosial. Kasus tersebut mencuat setelah beredar keluhan terkait menu tempe basi yang diduga berasal dari dapur MBG yang dikelola Yayasan Jahidul Muslimin.

Erika menjelaskan bahwa dirinya hanya menyewakan toko miliknya kepada yayasan sebagai lokasi dapur MBG dan tidak pernah terlibat dalam pengelolaan maupun penyediaan makanan. Namun, dalam berbagai keluhan yang muncul, termasuk dari sekolah penerima MBG, namanya justru sering disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab.

“Sejak toko saya disewa, saya tidak pernah ikut campur. Tapi yang sering disebut justru nama saya, bukan yayasan yang mengelola dapur,” ujar Erika.

Menurutnya, keluhan dari sejumlah sekolah penerima MBG bahkan beberapa kali langsung disampaikan kepadanya. Hal itu membuat reputasinya terdampak karena seolah-olah dirinya merupakan pemilik dapur MBG tersebut.

Erika mengaku sudah beberapa kali meminta pihak Yayasan Jahidul Muslimin untuk memberikan klarifikasi kepada sekolah penerima maupun masyarakat di media sosial agar persoalan tersebut menjadi jelas. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum mendapat tanggapan. Ia juga menyebut sempat berkomunikasi dengan salah satu asisten lapangan yayasan yang berjanji akan bertemu, tetapi hingga saat ini belum terealisasi.