RAGAM LOMBOK || Direktur Utama PT Selaparang Finansial (SF), Iva Nuril Solihani menyatakan pihaknya perlu memikirkan kembali strategi untuk menstabilkan arus kas perusahaan di tengah tidak tercapainya sejumlah target bisnis. Hal itu disampaikan kepada Awak Media usai mengikuti RUPS.
Ia menjelaskan, dalam rencana bisnis sebelumnya terdapat proyeksi dana sekitar Rp2 miliar yang direncanakan untuk memperkuat komposisi modal dan mendorong pertumbuhan aset. Namun dana tersebut tidak terealisasi sebagaimana yang ditargetkan. Akibatnya, arus kas perusahaan tidak mencapai sasaran dan berdampak langsung pada kondisi likuiditas.
Terkait isu dana mengendap, Iva menegaskan tidak ada dana idle maupun deposito seperti yang sempat disebutkan. Menurutnya, perusahaan justru harus memperbaiki dan menjaga arus kas agar tetap stabil. "Dari rencana kas sebesar Rp6 koma sekian miliar, realisasi yang tersedia hanya Rp5,4 miliar" Ujarnya, Selasa (3/3).
Dikatakannya, dari total kas Rp5,4 miliar tersebut, sebagian harus dialokasikan untuk pembayaran dividen yang biasanya dilakukan setelah pelaksanaan RUPS. Nilai dividen yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp2 koma sekian miliar. Kondisi itu membuat perusahaan harus berhitung cermat agar dana operasional tetap tersedia.
Iva menegaskan kas perusahaan tidak mungkin dihabiskan hanya untuk satu kebutuhan, karena harus tetap ada dana yang mengendap untuk menunjang operasional. Ia mencontohkan, pada periode sebelumnya perusahaan pernah memiliki kas hingga Rp35 miliar.
“Itu kondisi ideal. Sekarang kami harus realistis dan memastikan arus kas tetap terjaga serta stabil,” jelasnya.(RL).
