RAGAM LOMBOK || Bulan Syawal kerap disebut sebagai “musim nikah” oleh masyarakat. Tradisi ini menyebabkan lonjakan signifikan jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan setiap tahunnya, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Timur.
Mengantisipasi hal tersebut, jajaran Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam telah melakukan langkah strategis jauh hari sebelumnya.
Koordinasi intensif dilakukan dengan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Lombok Timur guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama terkait ketersediaan buku nikah.
Kepala Kemenag H. Shulhi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lebih dari 2.000 buku nikah sebelum memasuki bulan Syawal. Langkah ini diambil berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana permintaan buku nikah meningkat drastis seiring tingginya angka pernikahan.
“Sejak awal kami sudah mengantisipasi, karena setiap bulan Syawal pasti banyak masyarakat yang memilih menikah. Jadi stok buku nikah sudah kami apkan lebih dari 2.000 eksemplar,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, pada masa lalu sempat terjadi kekurangan stok buku nikah akibat lonjakan permintaan yang tidak terprediksi. Namun, kondisi tersebut kini menjadi bahan evaluasi penting bagi pihaknya untuk memperbaiki sistem perencanaan dan distribusi.
“Pengalaman sebelumnya menjadi pelajaran bagi kami. Sekarang koordinasi dengan pihak pusat melalui bidang Bimas Islam terus diperkuat, sehingga dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah lagi terjadi kekurangan stok,” tambahnya.
Dengan kesiapan tersebut, masyarakat Lombok Timur diharapkan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan buku nikah, terutama di momen padat seperti bulan Syawal.
Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan administrasi pernikahan dapat terpenuhi dengan baik demi kelancaran pelayanan publik.(RL).
