RAGAM LOMBOK || Sebanyak 19 Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi resmi dilepas untuk mengikuti Program Magang Internasional ke Jepang. Kamis (23/4). Pelepasan berlangsung khidmat di Meeting Room Rektorat, dan diwarnai suasana haru dari para peserta dan orang tua.
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini dihadiri oleh Rektor Sitti Rohmi Djalilah, pimpinan kampus, mitra industri, serta keluarga mahasiswa. Program ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman kerja global sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang pariwisata.
Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli, mengungkapkan bahwa seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi ketat sejak April 2025. Mulai dari proses administrasi, wawancara, hingga pembekalan bahasa dan budaya Jepang.
“Peserta akan diberangkatkan dalam dua kloter. Keberangkatan pertama dijadwalkan pada 5 Mei 2026, dengan masa magang selama satu tahun yang diakui sebagai dua semester perkuliahan,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya menjaga disiplin, etos kerja, serta nama baik almamater selama berada di luar negeri. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan keterampilan.
“Kesempatan ini adalah investasi masa depan. Gunakan waktu yang ada untuk belajar sebanyak mungkin, baik dari sisi profesional maupun budaya,” tegasnya.
Rektor turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pihak kampus.
Sementara itu, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah, Parman Munte, menyebut para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah perusahaan dan hotel di Jepang, di antaranya Gensen Holding dan Itoens Hotel.
Ia optimistis para peserta mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional, mengingat pembekalan yang telah dilakukan cukup matang.
Program magang internasional ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta daya saing global mahasiswa. Sekembalinya ke tanah air, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sektor pariwisata, khususnya di daerah.
