RAGAM LOMBOK || Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lombok Timur, turun langsung ke lapangan untuk memantau kelangkaan gas LPG 3 KG yang terjadi di sejumlah wilayah. Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Lombok Timur, Salmun Rahman, pada Sabtu (11/4).

Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya cipta kondisi ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, sekaligus memastikan distribusi LPG 3 kg tepat sasaran di tengah kelangkaan yang dikeluhkan warga.

Dalam kegiatan tersebut, Kasat Pol PP bersama Camat Wanasaba, Arfany Muammar Masany, dan jajaran anggota melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi, termasuk kandang ayam yang diduga menggunakan LPG bersubsidi untuk operasional usaha.

Hasilnya, petugas menemukan bahwa sejumlah pelaku usaha peternakan ayam memang menggunakan gas LPG 3 kg, khususnya pada tahap awal pemeliharaan ayam pedaging. Dalam 10 hari pertama, kebutuhan gas mencapai sekitar 30 hingga 60 tabung, sebelum kemudian tidak lagi digunakan pada fase berikutnya.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kasat Pol PP menghimbau para pelaku usaha agar menghentikan penggunaan LPG 3 kg yang merupakan gas bersubsidi bagi masyarakat kecil, terutama di tengah kondisi kelangkaan saat ini.

Sebagai solusi, pihaknya menyarankan agar pelaku usaha beralih menggunakan LPG non-subsidi, seperti tabung 5 kg berwarna pink. Skema yang ditawarkan adalah menukar dua tabung LPG 3 kg dengan satu tabung LPG 5 kg.

“Pelaku usaha sudah bersedia beralih menggunakan LPG 5 kg sebagai bentuk dukungan untuk mengatasi kelangkaan gas melon di masyarakat,” ujarnya Salmun Rahman Kasat Pol PP Lotim.

Ia berharap langkah ini dapat diikuti oleh seluruh pelaku usaha di wilayah Lombok Timur, sehingga distribusi LPG 3 kg bisa kembali stabil dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.

Pemerintah daerah pun terus mengimbau semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketersediaan energi bersubsidi agar tidak disalahgunakan, demi kepentingan masyarakat luas.