RAGAM LOMBOK || Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi dibuka di Lapangan Suralaga, Lombok Timur, Rabu (22/4). Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan akses pertanian serta mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga.

Sekda Lombok Timur Dr. HM Juaini Taofik menyampaikan bahwa program TMMD merupakan kegiatan rutin yang sangat dinantikan masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pelaksanaan. 

Ia menegaskan bahwa banyak usulan masyarakat yang tidak dapat diakomodasi melalui dana desa maupun gotong royong karena keterbatasan anggaran, sehingga kehadiran TMMD menjadi solusi percepatan pembangunan.

"Kalau tidak ada TMMD, mungkin pembangunan itu baru bisa direalisasikan lima sampai sepuluh tahun lagi. Namun dengan adanya program ini yang merupakan integrasi antara pemerintah daerah dan dukungan dari Mabes TNI Angkatan Darat, pembangunan bisa dipercepat,"ucapnya.

Ia juga menjelaskan dari sisi efisiensi anggaran, program TMMD mampu menghemat biaya hingga 30 persen bahkan lebih dari 50 persen karena pelaksanaannya dilakukan secara swakelola, bukan melalui sistem proyek.

Menurutnya, indikator keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari keterlibatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat dalam gotong royong.

Selain pembangunan fisik kata Sekda, program TMMD juga memberikan dampak besar pada aspek nonfisik. Di antaranya penyuluhan tentang stunting, wawasan kebangsaan, bela negara, serta bahaya narkoba. 

Sekda menyoroti tingginya angka kasus narkoba di Lombok Timur, yang mencapai sekitar 30 sampai 40 persen dari total kasus di lembaga pemasyarakatan.

"Pencegahan narkoba harus dilakukan secara masif, bukan hanya tindakan represif. Kami sangat mengapresiasi pemilihan isu-isu nonfisik yang relevan seperti narkoba, stunting, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan positif bagi pemuda,"bebernya

Sementara itu, Kasi Ter Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo, menjelaskan bahwa tujuan utama TMMD adalah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. 

Program ini juga bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah yang masih tertinggal serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

"output dari TMMD adalah percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik yang berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Timur," jelasnya.

Di sisi lain, Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, memaparkan sejumlah sasaran fisik dalam TMMD ke-128. Di antaranya pembangunan rabat jalan usaha tani sepanjang 60 meter untuk mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian, serta pembuatan talud di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 1.130 meter atau sekitar 1,1 kilometer.

Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik dan tambahan lainnya seperti pembangunan MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan 45 titik sumur bor, penanaman pohon, serta berbagai penyuluhan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur atas dukungan penuh yang diberikan, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun fasilitas lainnya.

"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur yang telah mendukung penuh kegiatan TMMD ke-128, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun peralatan," tutupnya.(RL).