RAGAM LOMBOK ||  Perum Bulog Cabang Lombok Timur terus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap sektor pangan melalui kegiatan edukasi kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kegiatan ini difokuskan pada pemberian wawasan terkait ketahanan pangan, proses pengolahan beras, hingga kondisi stok pangan nasional.

Pimpinan Cabang Bulog Lotim, Dindy Wida Pusparanti, menyampaikan bahwa pihaknya bersama SMK Negeri 1 Sikur, menjalankan program edukatif untuk memberikan tambahan pengetahuan kepada para siswa. Menurutnya, informasi yang selama ini beredar mengenai capaian swasembada pangan dan tingginya stok beras nasional memang benar adanya.

“Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan, dan stok beras kita juga menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan, yaitu mencapai 4,9 juta ton. Ini penting diketahui oleh adik-adik sebagai generasi penerus,” ujarnya Selasa (21/4).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak melihat langsung kondisi stok beras di gudang Bulog. Selain itu, mereka juga mengunjungi Sentra Pengolahan Beras (SPB) untuk memahami proses produksi beras hingga menjadi beras premium.

“Adik-adik kami bawa langsung ke SPB agar bisa melihat bagaimana proses pengolahan beras, mulai dari gabah hingga menjadi beras berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dindy menekankan bahwa sektor pertanian saat ini menjadi prioritas nasional dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mencapai swasembada. Oleh karena itu, ia berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian dan pengolahan pangan.

“Selama ini mungkin sektor pertanian dianggap kurang menarik dibandingkan bidang lain yang lebih modern. Padahal Indonesia adalah negara agraris dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberlanjutan sektor pertanian sangat bergantung pada minat generasi muda. Jika tidak ada penerus yang tertarik mengembangkan sektor ini, maka potensi besar yang dimiliki Indonesia akan sulit dimaksimalkan.

Melalui kegiatan ini, Bulog berharap siswa SMK tidak hanya memahami pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga mulai melihat peluang besar di sektor pertanian dan industri pengolahan pangan sebagai bidang masa depan yang menjanjikan.

Sementara Hilman perwakilan guru dari para siswa mengaku Study Tour ke Bulog memiliki sensasi berbeda, tapi ini sangat bagus sekali dikarenakan siswa nantinya kedepan mengerti tentang proses dari penanaman padi sampai pengolahannya.(RL).