RAGAM LOMBOK || Puluhan warga Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan demonstrasi di Kantor Kepala Desa. Mereka menuding Kepala Desa menggunakan uang kas masjid untuk keperluan pribadi. 

“Kami kesini menyampaikan aspirasi masyarakat, Kepala Desa ini telah banyak melanggar aturan penyimpangan, terutama yang paling fatal itu dana umat. kata koordinator aksi Muhammad Istur, Kamis (9/4). 

Istur menuding Kepala Desa Kerongkong telah menggunakan dana kas masjid untuk keperluan pribadi. Menurutnya hal ini yang menjadi pemicu kemarahan masyarakat sehingga melakukan aksi demonstrasi. 

“Sebelum menjadi Kepala Desa, sebelumnya dia pernah menjadi pengurus masjid, uang kas masjid yang dipakai itu sekitar Rp 173 juta,” pungkas Istur. 

Istur menegaskan, tuntutan masyarakat saat ini hanya satu yaitu mendesak Kepala Desa mundur dari jabatan. Selain itu, massa aksi juga mengancam akan melakukan penyegelan gerbang kantor desa. 

“Kami meminta supaya dia (Kepala Desa) mundur dari jabatan. Dan kami hari ini akan menyegel kantor desa kalau tuntutan kami tidak dipenuhi,” ucap Istur. 

Kepala Desa Kerongkong, Muin, mengakui telah meminjam uang kas masjid tersebut. Kendati demikian, ia menyatakan telah melakukan pengembalian. 

“Memang kalau di masjid pernah kita pinjam, sudah saya kembalikan. Saya juga sudah membuat surat pernyataan juga sebagai itikad baik saya,” kata Muin. 

Berkaitan dengan tuntutan masyarakat yang meminta dirinya untuk mundur, Muin menyatakan tidak akan pernah mengundurkan diri dari jabatan. Menurutnya tuntutan tersebut tidak mendasar. 

“Saya tidak akan mundur, alasan pengunduran diri itu kan alasannya sudah ada aturannya. Kalau kita mundur pertama mundur dengan sukarela, kedua berhalangan tetap atau meninggal dunia dan ketiga kena kasus hukum,” ujar Muin. 

Muin berharap massa aksi jangan sampai melakukan penyegelan Kantor Desa. Menurutnya hal tersebut dapat mengganggu pelayanan publik bagi masyarakat. 

“Kami harapannya jangan sampai menggembok Kantor Desa supaya tidak terganggu masyarakat, kasihan masyarakat yang membutuhkan layanan nanti. Kami juga berharap jangan ada demo lagi,” harapnya. 

Pantauan detikBali, warga mendatangi Kantor Kepala Desa sekitar pukul 09.00 Wita dengan membawa Gendang Beleq. Aksi demonstrasi tersebut dikawal ketat oleh aparat kepolisian.