RAGAM LOMBOK || Dalam upaya memperkuat sinergi kelembagaan serta mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah, jajaran pengurus PT Jamkrida NTB Syariah (Perseroda) melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Pertemuan ini membahas penjajakan kerja sama strategis dalam penguatan akses pembiayaan serta pemberdayaan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam pemaparannya, Direktur Utama PT Jamkrida, Lalu Taufik Mulyajati menjelaskan perannya sebagai lembaga penjaminan daerah yang berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal, khususnya dalam menjawab kendala keterbatasan agunan yang selama ini menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha kecil.
"Melalui skema penjaminan, Jamkrida memberikan jaminan atas risiko gagal bayar kepada lembaga keuangan", jelasnya, Kamis (30/4).
Hal ini mendorong meningkatnya kepercayaan perbankan dan lembaga pembiayaan dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha yang sebelumnya tergolong unbankable. Dampaknya, akses permodalan menjadi lebih terbuka, keberlangsungan usaha terjaga, serta perputaran ekonomi riil di daerah semakin meningkat.
Tak hanya berfokus pada UMKM, Jamkrida juga memiliki peran strategis dalam penjaminan proyek-proyek pembangunan daerah, termasuk sektor pengadaan barang dan jasa hingga pembiayaan infrastruktur yang bersumber dari APBD maupun APBN. Dengan demikian, keberadaan Jamkrida dinilai mampu memberikan kontribusi luas dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sebagai salah satu kontributor terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, keterbatasan akses pembiayaan akibat minimnya jaminan usaha masih menjadi tantangan. Kondisi ini berdampak pada kesenjangan inklusi keuangan serta lambatnya akselerasi ekonomi, khususnya di tingkat desa.
Melalui kolaborasi dengan Jamkrida NTB Syariah, hambatan tersebut diharapkan dapat diminimalisir dengan menghadirkan skema penjaminan yang adaptif, inklusif, dan berbasis prinsip syariah. Selain itu, dalam diskusi juga disoroti pentingnya penguatan permodalan guna meningkatkan kapasitas penjaminan perusahaan yang saat ini dinilai belum optimal dibandingkan dengan potensi pasar yang ada.
Dengan dukungan tambahan penyertaan modal daerah, kapasitas penjaminan dapat meningkat signifikan dan menjangkau lebih banyak sektor produktif. Bahkan, langkah ini berpotensi menciptakan efek pengganda (multiplier effect), di mana setiap penambahan modal mampu mendorong peningkatan nilai penjaminan hingga beberapa kali lipat.
Adapun rencana pemanfaatan dana penyertaan modal meliputi ekspansi layanan melalui pembukaan titik layanan di Lombok Timur, pengembangan produk inovatif seperti penjaminan resi gudang untuk komoditas unggulan, serta penguatan sektor riil dan pembiayaan produktif daerah.
Kerja sama ini diproyeksikan memberikan manfaat nyata, baik dari sisi fiskal maupun sosial. Dari sisi fiskal, penyertaan modal berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kontribusi dividen perusahaan yang berkelanjutan. Sementara dari sisi sosial, peningkatan kapasitas penjaminan diharapkan mampu mendorong lahirnya wirausaha baru, memperluas akses pembiayaan bagi ribuan UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat berbasis keuangan syariah.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan paparan yang disampaikan oleh pihak Jamkrida. Pemerintah daerah menyambut baik potensi kerja sama ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ini menjadi langkah awal penting dalam membangun kolaborasi jangka panjang antara Jamkrida NTB Syariah dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.
