RAGAM LOMBOK || Perum Bulog Cabang Lombok Timur memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya dalam kondisi aman. Hingga saat ini, stok beras yang siap disalurkan tercatat mencapai sekitar 30 ribu ton.
Pimpinan Cabang Bulog Lombok Timur, Dindy Wida Pusparanti, menyampaikan bahwa pihaknya juga terus melakukan pengadaan beras seiring masuknya musim panen. Dari target pengadaan sebesar 45 ribu ton setara beras, realisasi saat ini telah mencapai sekitar 45 persen.
“Pengadaan masih terus berproses. Apalagi sekarang sudah mulai masuk masa panen, sehingga kami berupaya maksimal untuk menyerap hasil produksi petani secara optimal,” jelasnya, Selasa (21/4).
Meski demikian, Dindy mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam proses serapan. Di antaranya terkait kesiapan gudang, koordinasi dengan pihak penggilingan, faktor cuaca, hingga distribusi angkutan.
“Beberapa hal memang menjadi perhatian kami, seperti kesiapan gudang dan sinergi dengan penggilingan. Selain itu faktor cuaca dan transportasi juga ikut memengaruhi. Namun sejauh ini alhamdulillah semua masih berjalan lancar,” jelasnya.
Dari sisi kemitraan, Bulog Lombok Timur saat ini telah menggandeng lebih dari 30 mitra, dan jumlah tersebut terus bertambah. Perluasan jaringan kemitraan juga dilakukan ke sejumlah wilayah yang sebelumnya belum banyak tersentuh.
“Kami mulai ekspansi ke daerah selatan seperti Jerowaru dan Keruak. Di sana kami rangkul pelaku usaha yang sebelumnya belum banyak bermitra, kemudian kami bina bersama dinas terkait agar ke depan bisa lebih mandiri,” tambahnya.
Bulog berharap, dengan optimalisasi serapan dan perluasan kemitraan ini, ketersediaan beras di Lombok Timur tetap terjaga sekaligus mampu mendukung kesejahteraan petani lokal.(RL).
