RAGAM LOMBOK || Menjelang ajang “Persit Bisa 2” yang akan digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026, Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana terus mematangkan persiapan. Tiga produk unggulan UMKM binaannya yang telah lolos proses kurasi resmi diberangkatkan ke Jakarta melalui jalur laut dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Tanjung Priok dengan estimasi perjalanan sekitar dua hari dua malam.
Adapun tiga produk yang akan ditampilkan dalam ajang tersebut meliputi kain tenun khas Pringgasela, tas ketak, serta mutiara Lombok. Ketiganya dipersiapkan secara khusus dengan sentuhan berbeda dibandingkan produksi harian, guna memberikan daya tarik lebih bagi pengunjung dan memperkuat nilai jual di tingkat nasional.
Kain Tenun Pringgasela yang dihadirkan menampilkan motif dan corak khas yang sarat nilai sejarah. Motif tersebut mencerminkan adanya interaksi sosial masyarakat masa lalu, khususnya pengaruh budaya Makassar dan Bugis, yang turut memperkaya estetika tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.
Sementara itu, tas ketak tampil dengan inovasi desain melalui kolaborasi unsur tradisional dan modern. Perpaduan warna serta bentuk yang lebih variatif memberikan kesan elegan dan kekinian. Keunikan lainnya diperkuat dengan tambahan mutiara mabe yang memiliki kilau lembut dan bentuk khas, sehingga meningkatkan nilai artistik produk.
Untuk produk mutiara Lombok, berbagai model perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, anting, hingga bros akan ditampilkan dengan desain yang memadukan nuansa klasik dan modern. Keikutsertaan dalam ajang ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi UMKM Persit Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana untuk memperluas pasar, sekaligus mengangkat potensi kerajinan khas Lombok agar semakin dikenal di kancah nasional.
