RAGAM LOMBOK || Menjelang perayaan Idul Adha, Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Timur memastikan kesiapan hewan kurban terus meningkat dari tahun ke tahun. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Hultatang, mengungkapkan bahwa tren penyembelihan hewan kurban menunjukkan angka yang positif, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkurban.
Pada tahun 2025, jumlah pemotongan hewan kurban tercatat mencapai 6.484 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.394 ekor merupakan sapi, sementara kambing mencapai 3.094 ekor.
"Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya", paparnya, Selasa (6/5).
Untuk menghadapi Idul Adha 2026, Dinas Peternakan telah mengeluarkan surat keputusan (SK) terkait pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban. Petugas disebar di seluruh desa dan kecamatan di Lombok Timur guna melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem.
"Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban sebelum dan setelah penyembelihan, sekaligus menjamin keamanan konsumsi bagi masyarakat", jelasnya.
Selain itu, pemerataan petugas di lapangan juga bertujuan untuk memaksimalkan pendataan hewan kurban. Dengan pendataan yang lebih akurat dan menyeluruh, pemerintah daerah dapat memetakan tren masyarakat dalam berkurban, apakah mengalami peningkatan, stagnan, atau justru penurunan setelah perayaan Idul Adha berlangsung.
Lebih lanjut, Hultatang memastikan bahwa kondisi ternak di Lombok Timur saat ini dalam keadaan sehat dan populasinya cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan kurban masyarakat.
Ia pun berharap tren peningkatan pemotongan hewan kurban pada tahun 2026 dapat kembali terjadi, setidaknya di kisaran 5 hingga 10 persen, sebagai indikator meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.(RL).
