RAGAM LOMBOK || Kebakaran di Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 116 hektar, hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Pendakian ditutup sementara. 

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Timur, Lalu Iskandar menjelaskan, penutupan aktivitas pendakian di Bukit Sempana untuk mengantisipasi dampak kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang terjadi sejak kemarin Selasa (9/6) sore. Penutupan ini dilakukan hanya sementara. 

“Untuk antisipasi bahaya akibat terjadinya karhutla ini, jadi untuk sementara pendakian jalur Bukit. Sempana masih ditutup untuk sementara,” terang Iskandar, Rabu (10/6). 

Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar di Bukit Sempana mencapai 116 hektar. Tim gabungan saat ini berupaya mencegah api menjalar ke bukit yang lain. 

“Laporan masuk tadi sekitar jam 11 siang luas area yang terbakar 116 hektar. Teman-teman sedang menuju titik api yang lebih atas lagi untuk berusaha memadamkan dan membuat sekat bakar. Supaya apinya tidak menjalar sampai ke bagian punggung bukit yang lain,” kata Iskandar. 

Saat ini ada 8 titik api yang terdeteksi di Bukit Sempana. Petugas kebakaran kewalahan karena jalur terjal dan terkendala angin kencang. 

“Yang terlihat dari basecamp ada masih 8 titik api. Karena ini tebing curam dan juga angin kencang, sehingga beberapa titik tidak bisa kami jangkau,” ucap Iskandar. 

Ia menduga penyebab kebakaran tersebut karena adanya aktivitas perburuan liar. “Dugaan kuat karena adanya perburuan liar,” ujar Iskandar. 

Iskandar berharap, masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kebakaran. Ia juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.