RAGAM LOMBOK || Dua sekolah dasar di Kabupaten Lombok Timur yang mengalami kerusakan berat, yakni SDN 5 Kotaraja dan SDN 1 Jerowaru, dipastikan segera mendapatkan penanganan dari pemerintah pusat. Kepastian itu disampaikan Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin usai bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa (2/6).
“Alhamdulillah, sekolah dasar kita yang mengalami rusak berat di Jerowaru dan Kotaraja langsung direspon dengan direktif langsung Pak Menteri ke jajarannya untuk ditangani dalam waktu dekat,” ujar Bupati Haerul Warisin.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik. Kepada Mendikdasmen dan jajaran, Bupati memaparkan kondisi sejumlah sekolah di Lombok Timur yang mengalami kerusakan, baik kategori rusak sedang maupun rusak berat, dan membutuhkan penanganan segera agar proses belajar mengajar dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Bupati berharap Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dikdasmen dapat mengakomodasi revitalisasi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Menurutnya, perbaikan sarana pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa maupun tenaga pendidik di daerah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan menyiapkan lingkungan dan kultur pendidikan yang mendukung pembelajaran mendalam dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut, lanjutnya, tercermin dari meningkatnya indikator pendidikan di Lombok Timur. Pada 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) tercatat mencapai 14,08 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) berada di angka 7,71 tahun. Sebelumnya, pada pertengahan Mei lalu, sinergi pemerintah pusat dan daerah juga terlihat melalui peresmian 87 satuan pendidikan di Lombok Timur yang telah direvitalisasi.
