RAGAM LOMBOK || Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan kondisi keuangan daerah tetap aman dan terkendali. Bupati menegaskan tidak ada persoalan defisit anggaran yang mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelaksanaan pembangunan karena pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan anggaran sejak tahun sebelumnya untuk memenuhi berbagai kewajiban.
Menurut H. Haerul Warisin, Bupati Lotim, salah satu langkah yang dilakukan adalah mencadangkan sebagian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) guna membayar kewajiban proyek pembangunan infrastruktur jalan.
"Nilai anggaran yang telah disiapkan mencapai sekitar Rp250 miliar sehingga pembayaran kepada pihak terkait dapat dilakukan sesuai ketentuan", jelasnya usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD, Selasa (30/6).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan perencanaan yang matang, seluruh kewajiban pemerintah dapat dipenuhi tanpa mengganggu stabilitas fiskal daerah maupun program pembangunan lainnya.
Bupati juga menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tidak memiliki utang yang telah jatuh tempo.
Kondisi tersebut menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan keuangan sekaligus memenuhi setiap kewajiban sesuai jadwal.
Sementara itu, adanya perubahan kebijakan mengenai batas uang muka pelaksanaan proyek menyebabkan sebagian anggaran yang telah disiapkan tidak seluruhnya digunakan. Dana yang tidak terpakai tersebut kemudian kembali masuk ke kas daerah sebagai bagian dari efisiensi dan optimalisasi pengelolaan anggaran.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan prudent agar seluruh program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
