Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Abdul Rachman, menjelaskan bahwa sosialisasi keselamatan tidak cukup hanya melalui spanduk atau tulisan. Karena itu, pihaknya menggunakan berbagai teknik penyampaian agar masyarakat lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas.
Menurutnya, edukasi keselamatan terkadang harus disampaikan dengan pendekatan yang menggugah kesadaran. Melalui diorama yang menggambarkan dampak kecelakaan, masyarakat diharapkan dapat melihat secara langsung risiko fatal akibat pelanggaran lalu lintas sehingga muncul kesadaran untuk lebih disiplin di jalan.
"Sosialisasi ini memang bertujuan agar masyarakat memahami bahwa tidak tertib berlalu lintas dapat berakibat sangat fatal. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi sebagai pengingat agar semua pengguna jalan lebih berhati-hati," ujarnya, Senin (22/6).
Saat ini, diorama atau patung edukasi, tersebut baru dipasang di satu lokasi. Namun ke depan, Satlantas Polres Lombok Timur berharap media edukasi serupa dapat ditempatkan di sejumlah titik strategis yang ramai dilalui masyarakat. Selain diorama, pesan-pesan keselamatan juga akan dilengkapi dengan tulisan imbauan agar semakin efektif menyampaikan edukasi kepada publik.
Ia, menambahkan, ide pembuatan diorama berasal dari Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Lombok Timur. Menurutnya, inovasi tersebut dinilai lebih menarik perhatian dibandingkan sekadar pemasangan banner, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas.
