RAGAM LOMBOK || Yayasan Anak Fasih Indonesia menyalurkan bantuan enam unit instalasi filter air bersih kepada enam lembaga pendidikan di Kecamatan Sambelia dan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di SMPN 1 Sambelia, Selasa (14/7), sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses air minum bersih dan sehat bagi lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, yang mewakili Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin. Turut hadir Sekretaris Dinas Dikbud Lotim, Kanit UPTD Sambelia, pengawas sekolah, pengurus MKKS, K3S, tokoh masyarakat, para guru, serta siswa SMPN 1 Sambelia yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Perwakilan Yayasan Anak Fasih Indonesia, Aleksander Naulus Rupdara, menjelaskan bantuan diberikan kepada enam lembaga pendidikan, yakni SDN 1 Senanggalih yang menerima tandon air, bola voli, dan bola kaki; Pondok Pesantren Nurul Arofah menerima tandon dan bola kaki; SDN 3 Belanting menerima dua tandon; SMPN 1 Sambelia menerima tandon dan bola; SDN 3 Pringgabaya menerima satu tandon; serta SDN 1 Sugian menerima satu tandon, bak sampah, dan kipas angin. Menurutnya, yayasan juga memberikan sosialisasi mengenai penggunaan dan perawatan filter air agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, mengapresiasi kepedulian Yayasan Anak Fasih Indonesia beserta para donatur. Ia menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat dalam menyediakan air minum sehat secara gratis bagi siswa, terlebih di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, keberadaan filter air juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan air dan kesehatan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui air.

Wathoni mengungkapkan nilai satu paket bantuan yang diterima setiap sekolah mencapai hampir Rp10 juta. Ia berharap seluruh fasilitas yang diberikan dapat dirawat dengan baik agar manfaatnya berkelanjutan. Ke depan, pihaknya menyebut Yayasan Anak Fasih Indonesia berencana membantu pembangunan sumur bor di beberapa sekolah di Kecamatan Sambelia. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pun berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.