RAGAM LOMBOK || Puluhan warga Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (20/8). Massa menyampaikan tuntutan terkait kondisi jalan di wilayah mereka yang hingga kini belum juga diperbaiki, meski sebelumnya telah dijanjikan.

Dalam aksinya, Masrah perwakilan warga menilai belum adanya realisasi perbaikan jalan membuat mereka kecewa. Massa terus berorasi dan mendesak pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait rencana perbaikan ruas jalan tersebut.

Situasi sempat memanas lantaran massa aksi merasa tidak kunjung ditemui pihak pemerintah daerah. Warga kemudian memaksa masuk ke area Kantor Bupati hingga terjadi kericuhan berupa aksi saling dorong antara massa dengan petugas.

Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Bupati Lombok Timur, M. Edwin Hadiwijaya, akhirnya menemui massa dan menjelaskan kondisi serta rencana penanganan ruas jalan yang dimaksud.

Edwin menjelaskan, total panjang ruas jalan tersebut mencapai sekitar 9 kilometer. Dari jumlah itu, sekitar 2,4 kilometer berada dalam kondisi rusak berat. Sementara penanganan yang telah dilakukan sejauh ini masih berupa pekerjaan kecil, seperti pembangunan talud. Masih terdapat sekitar 4 kilometer ruas jalan yang belum mendapatkan perbaikan.

Menurutnya, usulan penanganan ruas jalan tersebut saat ini masih dalam pembahasan bersama DPRD Lombok Timur. Pemerintah daerah masih memiliki waktu hingga akhir Agustus untuk mengusulkan ruas jalan tersebut agar dapat dikerjakan dalam sisa waktu sekitar empat bulan. Anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp7 miliar.

Setelah mendengarkan penjelasan Wakil Bupati dan berdiskusi mengenai tuntutan perbaikan jalan, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Jika nanti janji Pemda kemudian tidak terlaksana, warga mengancam menutup permanen seluruh galian C di wilayah tersebut.