RAGAM LOMBOK || Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Lombok Timur melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran bantuan pangan di Desa Rumbuk Timur, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Rabu (2/9).
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan pangan berjalan tertib, sekaligus memastikan beras yang diterima masyarakat sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas yang telah ditetapkan.
Pinca Bulog Lombok Timur, Dindy Wida Pusparanti, mengatakan berdasarkan hasil monitoring, penyaluran bantuan pangan di Desa Rumbuk Timur berjalan dengan baik dan teratur. Para penerima bantuan juga dinilai telah mengikuti ketentuan, termasuk melengkapi persyaratan administrasi.
“Alhamdulillah, berdasarkan hasil evaluasi kami, penyaluran bantuan pangan berjalan teratur dan tertib. Para penerima manfaat juga mengikuti ketentuan terkait persyaratan administrasi,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kualitas dan kuantitas beras menjadi salah satu perhatian utama Bulog dalam setiap proses penyaluran. Dari hasil koordinasi dengan pemerintah desa dan petugas di lapangan, beras yang diterima masyarakat disebut telah sesuai jumlah dan standar kualitas.
“Informasi yang kami terima, beras diterima dalam jumlah yang tepat dan kualitasnya juga sesuai standar. Sampai hari ini tidak ada komplain dari masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Bulog mengakui terdapat kemungkinan sejumlah kemasan mengalami kerusakan, seperti bocor, selama proses distribusi. Untuk itu, masyarakat diminta tidak menerima atau membagikan beras yang kondisinya tidak layak.
Dindy menegaskan Bulog siap mengganti beras yang rusak atau tidak sesuai standar pada kesempatan pertama.
“Kalau ada yang bocor, rusak atau tidak sesuai standar, silakan segera diinformasikan kepada petugas. Beras tersebut disisihkan dan jangan dibagikan. Kami akan segera melakukan penggantian,” tegasnya.
Ia menyampaikan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Bulog agar tidak ada masyarakat penerima bantuan yang dirugikan.
Ia, juga mengapresiasi Pemerintah Desa Rumbuk Timur, khususnya kepala desa, yang dinilai telah mengelola proses penyaluran dengan baik. Sosialisasi mengenai persyaratan dan ketentuan bantuan pangan juga dinilai telah berjalan efektif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak desa, terutama kepala desa, yang sudah mengelola penyaluran ini dengan sangat baik sehingga tertib, teratur dan tidak ada kegaduhan,” katanya.
Bulog Lombok Timur menargetkan penyaluran bantuan pangan alokasi Juli, Agustus dan September rampung secara fisik pada 10 September 2026.
Setelah penyaluran fisik selesai, Bulog akan melanjutkan monitoring terhadap kelengkapan administrasi. Sesuai ketentuan, seluruh proses penyaluran hingga administrasinya ditargetkan selesai paling lambat 30 September 2026.
“Target awal kami selesai tanggal 10 September. Setelah itu masih ada waktu untuk monitoring administrasi, karena setelah fisik kita juga harus melengkapi administrasinya,” jelas Dindy.
Untuk periode Juli, Agustus dan September, bantuan pangan disalurkan sekaligus selama tiga bulan. Berbeda dengan penyaluran sebelumnya, bantuan kali ini hanya berupa beras.
Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan alokasi 10 kilogram beras per bulan, sehingga untuk tiga bulan masyarakat menerima total 30 kilogram beras sekaligus.
Dikatakannya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan beras yang kualitasnya tidak sesuai standar.
“Silakan laporkan langsung kepada petugas. Kami membuka ruang seluas-luasnya. Beras yang tidak layak disisihkan dan akan langsung kami ganti pada kesempatan pertama,” pungkasnya.
