RAGAM LOMBOK || Suasana di Pantai Komala Sari, Dusun Bagek Kembang, Desa Pohgading Timur, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mendadak berubah setelah seorang pelajar dilaporkan hilang terseret gelombang, Minggu (4/10) pagi.
Korban berinisial SA, 14 tahun, pelajar SMP asal Dusun Toron, Desa Kerumut, Kecamatan Pringgabaya. Saat kejadian, SA diketahui tengah mandi di pantai bersama sekitar 11 orang rekannya.
Rombongan tersebut berangkat dengan berjalan kaki dari rumah sekitar pukul 06.00 Wita dan tiba di lokasi sekitar setengah jam kemudian. Mereka kemudian bermain dan mandi di kawasan pantai. Namun sekitar pukul 07.51 Wita, gelombang besar tiba-tiba menerjang kawasan tempat para pelajar tersebut mandi.
Sejumlah pelajar berhasil keluar dari hempasan ombak. Dua di antaranya, MF (14) dan FR (13), sempat ikut terbawa gelombang namun berhasil menyelamatkan diri. Sementara SA terseret arus dan hingga kini belum ditemukan.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Polsek Pringgabaya langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Gunung Malang serta Satuan Polairud Polres Lombok Timur. Tim SAR gabungan kemudian bergerak melakukan pencarian di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Kapolsek Pringgabaya AKP Wiwin membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pencarian terhadap korban masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi laut dan keselamatan petugas di lapangan.
“Kami masih melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan. Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak mandi atau berenang di laut ketika kondisi gelombang tinggi,” ujarnya.
Ia, juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan saat beraktivitas di kawasan pesisir. Pengawasan orang tua terhadap anak-anak dinilai penting, terutama ketika bermain di sekitar laut.
“Jangan memaksakan diri mandi atau berenang ketika kondisi ombak besar. Orang tua juga kami imbau untuk mengawasi anak-anak,” katanya.
