RAGAM LOMBOK || Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin geleng - geleng kepala keheranan mengetahui warga berobat menggunakan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), tetapi masih mengalami kendala saat mengakses layanan kesehatan. 

"Aneh, ini sangat aneh warga sudah bawa SKTM capek - capek dari kantor desa mereka, masih saja dipersulit", jawabnya sambil menggerutu, Jum'at (16/10).

Kemudian berobat pakai BPJS PBI, sama saja kendalanya, BPJS tanggungan Pemerintah tersebut tidak gratis, malah warga lebih dulu bayar daripada sakit 

"Yang bayar Pemda, betul tapi kan sebelumnya warga juga bayar pajak ke Pemda, itulah dimanfaatkan sampai sekian Miliar dikeluarkan setiap tahun", jelasnya.

Kemudian mengenai pelayanan, yang seharusnya itu, pasien di layani selama 3 hari, setelah itu baru ditanya tentang administrasinya. Jika parah maka pengobatan lanjut, jika sembuh maka pasien dipulangkan.

"Jadi jangan kebalik apa - apa ini, belum sembuh atau sudah sembuh selama 3 hari harus dipulangkan, nah ini yang keliru ya", jelasnya kembali.

Kemudian warga diminta juga untuk memviralkan keluhan - keluhan pelayanan di media sosial biar segera ditangani dan ditindak tegas.