RAGAM LOMBOK || Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama RSUD dr. R. Soedjono Selong, Lombok Timur, Lalu Opan Hendardi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Rumah sakit diharapkan menjadi pusat rujukan utama yang mampu memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, sesuai dengan arahan Bupati Lombok Timur.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk menindaklanjuti arahan Bupati, terutama terkait keluhan masyarakat mengenai dugaan penelantaran pasien dan persoalan pasien yang terkesan dipingpong antara fasilitas kesehatan. 

"Bukan sekarang ya melainkan sudah dari dulu - dulu selama ini pihak Puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan telah menjalin koordinasi", ucapnya, Jum'at (16/10).

Namun, komunikasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat masih perlu ditingkatkan agar prosedur pelayanan dapat dipahami dengan baik.

Terkait persoalan rujukan, Opan menjelaskan bahwa terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi, terutama bagi pasien yang hendak menjalani tindakan medis terencana atau elektif. Ia mencontohkan kasus pasien yang datang ke RSUD Labuhan Haji untuk menjalani operasi, tetapi kepesertaan BPJS Kesehatannya diketahui tidak aktif. Pasien tersebut kemudian disarankan mengurus pengaktifan kepesertaan melalui pemerintah desa dan melengkapi rujukan dari Puskesmas Sakra. Setelah proses administrasi diselesaikan, pasien akhirnya menjalani operasi di RSUD Labuhan Haji pada 13–14 Oktober 2026. 

Dalam hal itu ditegaskan, pasien dalam kondisi gawat darurat harus segera mendapatkan penanganan medis tanpa menunda tindakan karena persoalan rujukan administratif.

Sementara itu, mengenai keluhan penuhnya Instalasi Gawat Darurat (IGD), Opan mengungkapkan bahwa dalam dua pekan terakhir sejumlah rumah sakit dan Puskesmas mengalami peningkatan keterisian tempat tidur. Kondisi tersebut juga terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya, dengan kapasitas tempat tidur yang hampir setiap hari terisi penuh. Ia menyebut situasi tersebut turut dipengaruhi meningkatnya pasien dengan keluhan yang dikaitkan dengan isu influenza yang sedang beredar di masyarakat.

Untuk mengatasi kepadatan, pihak rumah sakit terus melakukan pengaturan pelayanan dan pemantauan kondisi pasien. Pasien yang kondisinya telah membaik dapat dipulangkan sesuai hasil evaluasi medis agar tempat tidur bisa digunakan oleh pasien lain yang membutuhkan. 

Opan berharap koordinasi antarfasilitas kesehatan serta komunikasi yang lebih baik kepada masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pelayanan rujukan berjalan efektif, pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medis, dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama.