RAGAM LOMBOK || Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Dany Agung Pratama, mengkonfirmasi selama 5 hari pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani 2026, Pelanggaran lalu lintas didominasi tidak menggunakan helm.
"Pelanggaran tidak memakai helm lebih dominasi", ucapnya, Jum'at (30/10).
Sampai hari ini, dikatakannya petugas mencatat sebanyak 80 pelanggaran yang ditindak dengan tilang dan 129 pelanggaran lainnya diberikan teguran.
"Pendekatan humanis lebih diutamakan dalam pelaksanaan penertiban. Petugas tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi dan teguran kepada pengendara agar lebih memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas", jelasnya.
Menurutnya, pelanggaran yang ditemukan didominasi pengendara yang tidak menggunakan helm. Selain itu, cukup banyak kalangan pelajar yang turut terjaring dalam kegiatan tersebut.
Dany, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas. Kesadaran menggunakan perlengkapan keselamatan, terutama helm, menjadi hal penting untuk melindungi diri saat berkendara.
“Dengan tertib berlalu lintas, kita dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan. Penggunaan helm sangat penting karena dapat melindungi kepala dan mengurangi risiko fatalitas apabila terjadi kecelakaan,” imbaunya.
Ia berharap masyarakat tidak memandang penggunaan helm dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas semata-mata karena takut ditilang. Lebih dari itu, kesadaran untuk tertib harus tumbuh dari diri sendiri demi keselamatan bersama.
Satlantas Polres Lombok Timur pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
